Rabu, 06 Maret 2013

Pasrah

Klana Sabrang nggedruk bumi
Melangkah gagah mencari nurani
Mencari inti tabir budi
Selaras puser bumi
Teriring kiat hati siap dengan berpasrah diri

Senin, 04 Maret 2013

Gusti...

Jantungku mengalir dalam riak gelombang Sang Penguasa
Berdegup kencang sambil menunggu keagungan kebijaksanaan
Tercabiknya harga diri
Sirna sudah idealis ini
Menerawang jauh awan berarak
Secawan mangkok kosong berada di tangan
Oh... Gusti...
[Yongki Irawan]

Kamis, 28 Februari 2013

Pemimpin Jaman Edan

Setan-setan kemunafikan bergentayangan berebut jadi pemimpin
Mengobral visi dan misi, mimpi buat rakyat
Pejuang yang dahulu berteriak dengan lantang
Revolusi dimana mereka sekarang
setelah merasakan enaknya keju dan roti???

[Yongki Irawan]

TARI BESKALAN (Bagian 2)



Tari Beskalan merupakan suatu tarian gaya putri yang dipertunjukan pada acara kedua sesudah tarian pembuka pada suatu pementasan. Dasar tari terdiri dari rangkaian ragam-ragam yang disebut “Solah”, disusun dengan penghubung-penghubung gerak tertentu yang disebut “Sendi”, gerakan tarinya bersifat non representatif.
Di dalam menari kadang-kadang penarinya juga menyanyikan lagu-lagu daerah setempat (lagu rakyat dengn iringan musik tradisional berlaras slendro).
Penarinya empat orang, akan tetapi seperti pada setiap seni pertunjukkan rakyat lainnya yang disiplinnya sangat longgar, maka penarinya dapat juga dua orang, atau bahkan seorang saja. Tarian demikian selalu dipertunjukan hampir pada setiap acara pertunjukkan kedua sesudah Ngremo atau tarian awal lainnya. Misalnya pada pertunjukan Saronen di Situbondo dan sekitarnya, tarian awalnya bukan Ngremo melainkan tari Branyak. Demikianlah sesudah tari Branyak itu, dipertunjukan kemudian Beskalan tersebut yang didaerah Situbondo lebih dikenal dengan istilah Srimpi atau Bedayan.
Gending yang dipakai untuk mengiringi tarian ini adalah salah satu gending ; Beskalan, Ayak-ayak, Meram-merem.
Tarian putri dalam corak demikian ternyata merata di seluruh Jawa Timur seperti misalnya di sekitar Malang, Sidoarjo, Surabaya, dan wilayah pantai di mana kebudayaan Madura sangat besar pengaruhnya seperti; Probolinggo, Pasuruan Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. Semula tarian ini merupakan tarian berfungsi sebagai penghormatan kepada tamu-tamu, yang segera berdatangan bila telah didengar tarian awal telah ditampilkan. Cara menghormati tamu sedemikian ini di Madura disebut Remo. Dari perkataan ini, kemudian tidak jarang Beskalan disebut pula Ngremo. Dan karena penarinya putri maka disebut juga Ngremo Putri.

Rabu, 27 Februari 2013

SEJARAH TARI BESKALAN (Bagian 1)


Malang memang menyimpan segudang warisan sejarah dan budaya. Masyarakat tidak boleh luput sedikitpun akan perkembangannya, kalau tidak mau tergusur oleh budaya modern. Selain topeng Malangan, masih banyak lagi aktivitas budaya yang ada di Malang. Salah satunya yaitu tari Beskalan yang populer pada abad ke 20.

Kali ini saya akan sedikit menerangkan mengenai tari Beskalan. Pada abad 20 tersebut keberadaannya berkembang bersamaan seni pertunjukan Andong (seni pertunjukan sejenis tayub yang dipentaskan untuk ngamen atau mbarangan pada waktu itu) dan ritual penghormatan roh-roh leluhur baik di punden-punden desa maupun di tempat air (babakan).

Nah, tari Beskalan dianggap sebagai bentuk tari yang paling tua atau sebuah tari yang muncul pertama kali. Pada tahun 1920-an lahir seorang penari legendaris Beskalan yaitu Miskayah, ia berasal dari Desa Ngadirekso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pada usia belasan tahun, Miskayah sudah menjadi tandak pada Andong. Sebelumnya ia memiliki nama Sukanti.

Jumat, 22 Februari 2013

Topeng Malangan Pentas di Thailand

Pada 1 Maret 2013, rombongan tari topeng Malang dari padepokan Asmorobangun akan tampil di Thailand dalam ajang Festival Panji Asia Tenggara.