Jumat, 30 Mei 2014

OLAH VOKAL SENI TEATER



 Oleh Rudolf Puspa
Teater Keliling - Jakarta

OLAH VOKAL

      Vokal sebagai salah satu media pengungkapan ekspresi aktor, merupakan media penyampai informasi melalui dialog. Informasi tentang alur cerita, setting peristiwa, karakter tokoh, emosi, kondisi, usia tokoh dan lainnya. Dan hendaknya tersampaikan secara jelas melalui keterampilan pemeran dalam menyampaikan dialog.
      Pencapaian dalam materi ini adalah menciptakan aktor dengan perangkat vokalnya yang efektif dan elastis sehingga mampu menyesuaikan takaran volume suaranya dengan kondisi apapun. Ia juga mampu menampilkan variasi-variasi suara dengan baik seolah berbicara seperti kebiasaan sehari-hari, tetapi tanpa kehilangan kesan teaterikal.
      Melalui vokal seorang aktor harus mampu menggali kedalaman karakter tokoh dan nuansa dramatik sehingga mampu menggugah imajinasi dan empatik penonton.
       Vokal (Suara) dan Speech (ucapan) amatlah penting di dalam sebuah pementasan sebuah drama, karena merupakan bagian dari isyarat ataupun symbol. Ada kalimat Emosional untuk menyatakan perasaan dan ada pula kata-kata yang dapat digunakan sebagai senjata mencapai kekuatan.

      Speech ada lima :
1.Menyalurkan kata-kata kepada penonton.
2.Memberi arti-arti khusus pada kata-kata tertentu melalui odulasi suara.
3.Memuat informasi tentang sifat dan perasaaan – pemeranan misal: Tentang umur, kedudukan social, jabatan, kegembiraan, putus asa, kemarahan.
4.Mengendalikan perasaan penonton.
5.Melengkapi variasi.

I.     LATIHAN PERNAFASAN.
Dalam olah vokal, teknik pernapasan adalah sesuatu yang penting karena merupakan sumber tenaga penggerak atau penggetar pita suara kita. Latihan pernapasan kita menjadi stabil dan efektif dalam menunjang pembentukan suara. 

a.      Pernapasan Diafragma
            Posisi diafragma adalah diantara rongga dada dan rongga perut. Pernapasan melalui diafragma inilah yang dirasakan  menguntungkan dalam berolah vocal, sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernapasan dan peralatan suara dan juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara. Keuntungan lain yang diperoleh adalah pada saat kita menahan napas otot-otot diafragma tersebut tegang, ketegangan otot ini justru melindungi bagian lemah badan kita yakni ulu hati. 
            Pernapasan ini sangat baik dalam usaha menghimpun “tenaga dalam” yang mengolah vibrasi, karena pernapasan diafragma akan memudahkan kita dalam mengendalikan dan mengatur penggunaan pernapasan.
           Berlatih pernapasan banyak ragam dan caranya. Latihan pernapasan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari cabang-cabang beladiri seperti pencak silat, karate, atau berenang sekalipun. Namun ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan untuk tujuan pernapasan dalam pemeranan (acting), yaitu:

           Latihan 1 :
           - Berbaring rata di lantai dan bernapaslah pada posisi tersebut, rasakan tubuh betul-betul rileks.
            - Berbaring dilantai, rasakan daya beratnya, pusatkan rasa kearah telapak kaki kita, ke ujung-ujung jari, rasakan seluruh pergelangan kaki terlepas.
            - Rasakan seluruh nadi terisi udara, engsel-engsel lutut pun terisi udara biarkanlah tulang paha kita rileks sehingga daging dan otot-otot menjadi satu dengan tulang-tulang.
            - Rasakan sendi-sendi pinggang dan tulang paha berisi udara sehingga seluruh tubuh tidak lagi memberatkan kaki.
          - Biarkan otot punggung dan perut kita meleleh seperti air, biarkan punggung rileks dan tidak usah memaksakan tulang punggung menjadi rata, biarkan otot-otot seluruh tubuh dan kepala sampai rahang di samping telinga kita rileks hingga gigi kita tidak terkunci juga lidah tidak lengket pada bagian atas mulut, rahang menjadi seperti jatuh demikian juga dengan lidah yang tidak saling menyentuh. 
         - Biarkan wajah kita terasa berat pada tulang tulang wajah, biarkan pipi, bibir, pelupuk mata seluruhnya rileks.
         - Rasakan tubuh kita di lantai melorot rileks tariklah napas secara penuh untuk merasakan sensasi-sensasi yang terjadi pada tubuh kita saat di lantai akibat pernapasan yang alami itu. Ulangi itu terus menerus dengan intens.

         Latihan 2 :
         - Tariklah napas secara mendalam tanpa paksaan, kedua tangan di pundak untuk merasakan dorongan napas pada diafragma.
          - Pada saat udara masuk ke dalam tubuh dan terhisap oleh mulut atau hidung, masuk ke pusat dan keluar kembali, selalu rasakan kehangatan udara di dalam tubuh dan dinginnya udara yang kita hisap tersebut.
         - Pada saat merasakan udara yang masuk kedalam tubuh senantiasa melakukan penghayatan pada udara tersebut, rasakan rasa lega yang mendalam di dalam tubuh lalu hayatilah udara turun keperut dengan emosi yang selalu terjaga (konsentrasi).
         - Pada tahap ini lakukan latihan dengan menahan napas sambil berjalan, berlari ini dilakukan berulang kali.
         - Bernapas di dalam air, dengan menahan beberapa saat lalu di hembuskan dengan melalui teriakan
         - Latihanlah yang intensif, emosi terjaga, selalu merasakan bahwa saat latihan kita adalah bagian alam semesta ini.
         - Hal yang paling penting adalah menghindari ketegangan-ketegangan, biarkan seluruhnya bergerak secara alami dan teratur.

II.      OLAH VOKAL.
1.Pengucapan
      Untuk dapat berartikulasi dengan baik, dibutuhkan kelenturan alat-alat pengucapan. Artikulasi yang baik, akan dapat dicapai dengan menempatkan posisi yang wajar tetapi dengan penggunaan tenaga efektif dan terkontrol.
       Alat-alat tersebut antara lain:
1.Bibir
      Sangat berperan dalam membentuk huruf-huruf hidup dan huruf M-B-P. Latihan dengan membentuk mulut dengan ruang gerak yang maksimal, otot bibir berulang membentuk bunyi A-I-U-E-O. Pada saat menyuarakan huruf u bibir dibentuk mengkerucut tarik semaksimal mungkin kedepan. Pada bentuk O, bibir membuat bulatan dan jangan lupa tarik bibir kearah depan tetap diperhatikan. Pada bunyi A, bibir seolah pada posisi menguap membentuk lonjong maksimal. Pada bentuk bunyi I, bibir seolah ditarik pipi ke samping sehingga mulut nampak pipih. 
       Lakukan latihan ini berulang-ulang mulai dengan tempo membentuk lambang-lambang bunyi, percepatan temponya semakin cepat dan cepat lagi. Lakukan latihan dengan menyuarakan gabungan huruf mati dengan huruf diatas, menjadi MA-BA-PA, MI-BI-PI, MU-BU-PU. ME-BE-PE, MO-BO-PO berulang-ulang dari lambat ke sedang dan cepat. Lakukan juga dengan huruf mati yang lain. Lakukan dengan diiringi latihan pernapasan.

2.Lidah
      Lidah sangat berperan dalam membentuk bunyi huruf-huruf mati seperti C-D-L-N-R-S-T dan lainnya. Lidah yang lincah akan dapat menentukan pembentukan lafal yang baik, tepat dan jelas. Latihan-latihan dimaksud untuk mencapai tingkat kelenturan sehingga lidah tidak saja lemas dan lincah tetapi juga mempunyai kekekuatan untuk melatih seseorang yang mengalami kesulitan dalam membentuk bunyi R dan T. 

 Latihan lidah:
- Menjulurkan dan menarik lidah berulang-ulang
- Menjulurkan dan menarik ke atas => bawah, samping kanan => kiri dan kemudian menjulurkannya untuk membuat gerakan berupa lingkaran.
- Tempelkan ujung pada gigi seriatas lalu dorong lidah keluar, tempelkan ujung lidah pada gigi seri bawah lalu doronglah lidah keluar, lakukan berulang-ulang.
- Tutup mulut lalu bunyikan Bberrrrrrrrrrrrrrr, Trerrrrrrrrrrrr.

3.Rahang
Latihan membantu pembentukan rongga mulut.
- Tutup dan buka mulut selebar mungkin, berulang-ulang.
- Doronglah rahang bawah ke muka lalu buka ke bawah lalu tarik kea rah dalam/ leher lalu tutup mulut, rahang rapat, dorong ke muka kembali dan lakukan seterusnya berulang-ulang semakin cepat.
- Gerakan rahang bawah ke kanan dan kiri.
- Buat lingkaran dengan rahang arah bergantian ke kanan dan ke kiri.
- Ucapkan dalam satu helaan napas bunyi: wawawawawawawawa, yayayayayayayayayaya

4.Langit-langit
       Terdiri dari langit-langit keras dan langit-langit lunak, merupakan bagian penting dalam pembentukan suara maupun pengucapan. Selain itu, langit-langit berperan juga sebagai dinding resonator pada rongga mulut.
Latihan:
- Tutup mulut berbuatlah seakan-akan anda sedang berkumur, buka rahang bawah tetapi bibir tetap rapat, tekan langit-langit ke atas dan ke bawah pula.
- Tutup mulut dalam keadaan rapat, kemudian lakukan seolah anda mengucapkan bunyi M, B, K, N, NG, D, dan lainnya. Saat melakukan ini dapat dirasakan langit-langit bergerak ke atas dan ke bawah.
Setelah seluruh peralatan pernapasan dan peralatan pengucapan kita latih dengan baik, barulah kita mencoba dengan membaca dialog. 
      Bacalah dengan volume yang sedang dan rasakan pula dorongan napas diafragma, arahkan pembentukan suara ke resonator yang dirasakan paling tepat. Misalnya ke rongga resonator dada, mulut atau hidung.

2.latihan speech (ucapan)
a.Diksi
      Ucapan, lafal, menentukan suara yang harus dipergunakan. Diksi, lagu (gaya) berkata, memberi kualitas kejelasan suara dari sebuah kata yang diucapkan. Latih agar dapat membedakan dengan jelas membedakan antara huruf-huruf p dengan b, t dengan d, k dengan g.
Cobalah :
1. p—– p—– p——
pp—- pp—- pp—–
ppp– ppp– ppp—-
pppp- pppp- pppp–
ppppp bbbbb ppppp
2. b—– b—– b——
bb—- bb—- bb—–
bbb– bbb– bbb—-
bbbb- bbbb- bbbb–
bbbbb ppppp bbbbb
(tanda garis hubung merupakan ketukan jarak)
Ulang-ulangilah latihan ini. Akan sangat efektif bila dilakukan secara rutin tiap pagi atau sore. Tidak usah lama. Cukup barang sepuluh atau lima belas menit saja.
      Coba pula pada huruf-huruf yang lain dengan cara yang sama, hingga semua dapat jelas terbedakan. Gerakan bibir merupakan sesuatu yang amat penting bagi pengucapan yang jelas. Untuk memperoleh hal itu maka gerakan bibir sebanyak mungkin. Aktifkan gerakan bibir.

b.Artikulasi
Yang dimaksud dengan artikulasi pada teater adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata‑kata yang diucapkan.
Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mengakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar, yaitu :
Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya ‘r’, dan sebagainya.
Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadi sewaktu‑waktu. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.
Misalnya:
o Kehormatan menjadi kormatan
o Menyambung menjadi mengambung, dan sebagainya.
Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog, pengucapan terlalu cepat, gugup, dan sebagainya.
Artikulasi tak tentu : hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalu cepat, seolah‑olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali.
Untuk mendapatkan artikulasi yang baik maka kita harus melakukan latihan
Mengucapkan alfabet dengan benar, perhatikan bentuk mulut pada setiap pengucapan. Ucapkan setiap huruf dengan nada‑nada tinggi, rendah, sengau, kecil, besar, dsb. Juga ucapkanlah dengan berbisik.
Variasikan dengan pengucapan lambat, cepat, naik, turun, dsb
Membaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Perhatikan juga bentuk mulut.

b.   Getikulasi.
Getikulasi adalah suatu cara untuk memenggal kata dan memberi tekanan pada kata atau kalimat pada sebuah dialog. Jadi seperti halnya artikulasi, getikulasi pun merupakan bagian dari dialog, hanya saja fungsinya yang berbeda.
Getikulasi tidak disebut pemenggalan kalimat karena dalam dialog satu kata dengan satu kalimat kadang‑kadang memiliki arti yang sama. Misalnya kata “Pergi !!!!” dengan kalimat “Angkat kaki dari sini !!!”. Juga dalam drama bisa saja terjadi sebuah dialog yang berbentuk “Lalu ?” , “Kenapa ?” atau “Tidak !” dan sebagainya. Karena itu diperlukan suatu ketrampilan dalam memenggal kata pada sebuah dialog.
Getikulasi harus dilakukan sebab kata‑kata yang pertama dengan kata berikutnya dalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. Misalnya: “Tuan kelewatan. Pergi!”. Antara “Tuan kelewatan” dan “Pergi” harus dilakukan pemenggalan karena antara keduanya memiliki maksud yang berbeda.
Hal ini dilakukan agar lebih lancar dalam memberikan tekanan pada kata. Misalnya “Tuan kelewatan”……. (mendapat tekanan), “Pergi….” (mendapat tekanan).

d.Intonasi.
Seandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak menggunakan intonasi, maka akan terasa monoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan‑tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Dalam tatanan intonasi, terdapat tiga macam, yaitu :

Tekanan Dinamik (keras‑lemah)
Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan‑penekanan pada setiap kata yang memerlukan penekanan. Misainya saya pada kalimat “Saya membeli pensil ini” Perhatikan bahwa setiap tekanan memiliki arti yang berbeda.
- SAYA membeli pensil ini. (Saya, bukan orang lain)
- Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli, bukan, menjual)
- Saya membeli PENSIL ini. (Pensil, bukan buku tulis)

Tekanan nada (tinggi)
Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan memakai nada/aksen, artinya tidak mengucapkan seperti biasanya. Yang dimaksud di sini adalah membaca/mengucapkan dialog dengan Suara yang naik turun dan berubah‑ubah. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnya suatu kata.

Tekanan Tempo
Tekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Tekanan ini sering dipergunakan untuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan. Untuk latihannya cobalah membaca naskah dengan tempo yang berbeda‑beda. Lambat atau cepat silih berganti.

Warna suara
Hampir setiap orang memiliki warna suara yang berbeda. Demikian pula usia sangat mempengaruhi warna suara. Misalnya saja seorang kakek, akan berbeda warna suaranya dengan seorang anak muda. Seorang ibu akan berbeda warna suaranya dengan anak gadisnya. Apalagi antara laki‑laki dengan perempuan, akan sangat jelas perbedaan warna suaranya.
Jadi jelaslah bahwa untuk membawakan suatu dialog dengan baik, maka selain harus memperhatikan artikulasi, getikulasi dan intonasi, harus memperhatikan juga warna suara. Sebagai latihan dapat dicoba merubah‑rubah warna suara dengan menirukan warna suara seorang tua, pengemis, anak kecil, dsb.

3.Bentuk Ucapan
      Suatu ucapan Panjang atau pendek umumnya membangun klimaks, maka dari permulaan dibangunlah : (1) volume, (2) intensitas emosi, (3) variasi, (4) jarak, kecepatan.
     Membangun satu unsur dari keempat unsur di atas secara teknis amatlah sulit. Biasanya baik membangun dengan satu unsur, lalu beralih pada yang lain, atau membangun dalam dua atau tiga unsur sekaligus.

4.Memuncak
      Bila dua pemain atau lebih harus bersama-sama membangun satu reka-rekaan yang disebut topping, memuncak, dipergunakan, maka tiap pemain berkata pada satu titik tinggi dalam volume, jarak, dan sebagainya dari kata terakhir pemain sebelumnya. Ini mungkin efektif. Tapi menuntut latihan, sebab pembangunan cenderung untuk meninggi begitu cepat hingga ucapan ketiga. Maka satu penanjakan lagi sudah tidak mungkin.

5.Pembentukan Suara
    Napas yang keluar melalui Trachea sesampainya pada larynx akan menggetarkan pita suara, dan karena getaran itu timbulah suara. Namun demikian suara tersebut baru akan terdengar baik bilamana telah beresonansi pada salah satu resonator, baik rongga mulut, rongga hidung atau rongga dada. 
      Misalnya, kalau bentuk rongga mulut bulat maka suara yang diproduksinya akan bulat pula, tetapi kalau rongga mulut ditarik melebar kesamping maka suara yang diproduksi akan terdengar ‘cempreng’. Seorang aktor harus lebih menekankan pemberian karakter pada suaranya. Mengolah texture dan warna suara yang sesuai dengan peran yang dimainkannya.

     Seorang aktor juga harus bisa mengolah beberapa warna vokal sesuai tuntutan skenario, seperti:
- Menaikkan dan menurunkan volume suara.
- Meninggikan dan merendahkan frekwensi nada bicara.
- Mengatur atau mengolah tempo pengucapan.
- Mengatur atau mengolah warna dan texture suara.


Latihan 1:
- Tariklah napas dan keluarkan seperti suara angin itu sendiri, rasakan efek napas tersebut pada langit-langit atas mulut, lidah dan pembentukannya.
- Tariklah napas dan keluarkan dengan suara seperti seolah sedang berbisik, rasakan bagaimana kandungan napas dan suara yang keluar.
- Tariklah napas dan keluarkan seperti suara binatang berkaki empat (bayangkan harimau, gajah, anjing, kucing dan lain sebagainya).
- Tariklah napas dan keluarkan seperti suara jenis unggas (bayangkan menjadi burung, ayam, bebek, dan lain sebagainya).

Latihan 2 :
- Cobalah kata-kata apa saja dari mulut.
- Cobalah berdialog improvisasi apa saja keluar dari mulut.
- Cobalah baca beberapa teks lakukan dengan alami dan bertahap lewat vibrasi yang volumenya di tambah.
- Lakukan observasi suara manusia dan tirulah laku perannya (how old I am: rasakan sensasi-sensasi usia yang ditiru pada teknik suara).
- Cobalah acting dengan teks.
- Hindari ketegangan-ketegangan.

6.Stimulasi atas Suara
Setiap aktor memilih teks dan ia bebas untuk membacanya, menyanyikannya atau bahkan dengan teks itu ia boleh berteriak.Latihan ini dilakukan secara serempak. Setelah latihan ini selesai, maka dilakukan hanya dengan empat orang . Satu orang di tengah-tengah. Tiap aktor membaca bergantian tiap kalimat dengan suara yang secara berangsur-angsur ditambah volumenya.
Selama latihan pikiran harus dikosongkan. Membaca teks tanpa berpikir dan tanpa pause.
Suara dilatih, secara berurutan:
1.Suara kepala (menghadap kelangit-langit).
2.Suara Mulut (seakan berbicara pada udara di hadapannya)
3.Suara occipital (menghadap langit-langit tepat di atas aktor).
4.Suara dada (diproyeksi di depan aktor)
5.Suara perut (menghadap kelantai)

Suara keluar dari kedua belah bahu(menghadap langit-langit tepat diatas aktor).
The small of the back (menghadap ke dinding di samping aktor).
Bagian lumbar (menghadap kelantai, dinding dan ruang disampingnya)    
Ritme latihan sangat cepat. Seluruh tubuh harus diikutsertakan walau hanya untuk latihan vokal saja. Suara  relax  dari improvisasi percakapan dengan tembok, sepenuhnya bebas dari tensi. echo harus selalu ditangkap.

7.Latihan “Macan”
Latihan ini untuk membuat si aktor secara penuh tampil dan dalam waktu yang bersamaan, menyusun suara parau dalam akting. Salah seorang memainkan seekor macan yang sedang menyerang mangsanya. Yang lain bereaksi, meraung seperti macan.
Itu bukanlah sekedar meraung. Suaranya haruslah didasarkan pada teks, dan mempertahankan terus seperti itu adalah penting sekali dalam latihan ini. Latihan vokal sekarang dibarengi dengan gerak mengendap-endap, jumpalitan, melompat dan mencakar-cakar.
Diperlukan waktu jeda untuk “vokal relaxation” karena sangat penting , terutama bagi mereka yang berlatih untuk pertama kalinya. Organ-organ ini suara belum terbiasa digunakan dengan cara ini.

8.Latihan “King-kong”
Inti dari latihan ini adalah mengulang-ulang ucapan kata “King” dan “kong” pada nada yang sangat tinggi dan tempo yang sangat cepat, dengan seluruh rentetan variasi dari nada rendah ke nada tinggi.
Setelah kira-kira lima menit, akan  mencapai skala vokal yang tinggi dan nampak sebagai sesuatu yang baru.

9.Latihan “La-La”
Latihan dimulai dengan berjalan keliling serta menyanyikan “la-la” kemudian merebahkan diri,  terlentang di atas lantai. Lalu “la-la” di ulang dengan menghadap ke langit-langit, dinding dan lantai sebagai alternatip suara kepala, perut dan diafragma. Longgarkan perut dan mendorong resonator yang terletak di perut. Setelah latihan ini, tetap terlentang di atas lantai untuk beberapa saat, istirahat secara penuh.

10.Latihan kucing
Meong kucing dengan daya penyampaian yang paling luas dari:
a.Intonasi
b.nuansa-nuansa
c.pitch

Karena pemain drama memiliki daya kreatifitas yang tinggi maka dalam hal mengolah setiap bentuk latihan vokal dna pernafasan tentu akan mampu mengembangkan sendiri tehnik2nya yang barangkali lebih praktis dengan hasil lebih maksimal. Melalui disiplin latihan pribadi pasti akan melahirkan tehnik tehnik baru dan setrusnya akan menemukan lagi dan lagi.

Perlu disadari bahwa hubungan antara penonton dan aktor adalah penting. Maka “Inti teater adalah aktor, perbuatan-perbuatannya, dan apa yang dapat ciptakan di panggung”.

TEATER KELILING
1976.

6 komentar:

  1. Terimakasih kepada penulis, sangat lengkap uraiannya.

    BalasHapus
  2. Terima kasih,sangat bermanfaat ulasannya

    BalasHapus
  3. Warna tulisan text dg backgroundnya terlalu kontras

    BalasHapus
  4. Cukup membantu... terimakasih penulis 😊😊

    BalasHapus
  5. Bagus banget. Saya pecinta teater, pernah main teater. Sekarang perlu teknik ini untuk melatih murid murid sya. Saya rujuk ya bang. Terimakasih.

    BalasHapus
  6. Kami PT. Perkasa Multindo Sejahtera bergerak dibidang jual dan sewa partisi pameran yang biasanya digunakan untuk event pameran, meeting, seminar, wedding, dll. Diantaranya kami menjual dan menyewakan stand pameran, panel photo, sekat ruangan, backdrop, fitting room, ticket box, meja r8, booth custom, booth pameran, booth portable, material r8 seperti post, beam, partisi laminasi atau triplek laminasi, klik insert, kunci L, dll. Bahan yang kami gunakan terbuat dari alumunium dan partisi laminasi atau triplek laminasi.

    Salah satunya kami menjual dan menyewakan panel photo yang biasanya digunakan untuk pameran foto, lukisan, poster, dll. Tersedia ukuran tinggi 2,5m dan lebar 1m. Tersedia warna hitam dan putih. Tersedia 1 sisi dan 2 sisi. Untuk layout bisa disesuikan dengan keinginan anda yang diantaranya adalah tunggal, gandeng atau lurus, zig zag, bentuk X, bentuk L, dll. Kami menerima pesanan di area Jabodetabek dan luar Jabodetabek.

    Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
    Telp/WA : 081996000567 (Lina)
    Office : Ruko Cendana Raya No.15A Bencongan Indah Karawci Tangerang
    Website : http://www.panelphotojakarta.com/


    PANEL PHOTO | PARTISI PAMERAN | PARTISI R8 | PANEL PHOTO JAKARTA | SEWA PANEL PHOTO | SEWA PANEL PHOTO PUTIH | SEWA PANEL PHOTO HITAM | SEWA PANEL PHOTO PARTISI | SEWA PANEL PHOTO MURAH | PANEL PHOTO MURAH | JUAL PANEL PHOTO | JUAL PANEL PHOTO PUTIH | JUAL PANEL PHOTO HITAM | JUAL PANEL PHOTO PARTISI | JUAL PANEL PHOTO MURAH | PANEL PHOTO PARTISI | PANEL PHOTO R8 | PANEL PHOTO TRIPLEK | HARGA PANEL PHOTO | SEWA PANEL PHOTO JAKARTA | JUAL PANEL PHOTO JAKARTA | SEWA PANEL PHOTO TANGERANG | JUAL PANEL PHOTO TANGERANG | SEWA PANEL PHOTO BOGOR | JUAL PANEL PHOTO BOGOR | JUAL PANEL PHOTO DEPOK | SEWA PANEL PHOTO DEPOK | JUAL PANEL PHOTO BEKASI | JUAL PANEL PHOTO BEKASI | SEWA PANEL PHOTO BANDUNG | JUAL PANEL PHOTO BANDUNG | PANEL PHOTO SURABAYA | PANEL PHOTO CIREBON | PANEL PHOTO KALIMANTAN | PANEL PHOTO SEMARANG | PANEL PHOTO YOGYAKARTA | PANEL PHOTO LAMPUNG | PANEL PHOTO KARAWANG | PANEL PHOTO SERANG | PANEL PHOTO PURWAKARTA | PANEL PHOTO BALI | PANEL PHOTO MEDAN | PANEL PHOTO PALEMBANG | PANEL PHOTO JAMBI | PANEL PHOTO ACEH | PANEL PHOTO SOLO | PANEL PHOTO TE

    BalasHapus