Selasa, 12 Februari 2013

BUDAYA NUSANTARA




Bicara budaya kita diajak untuk mengerti menuju Kesadaran agar tercapai Pencerahan, di Nusantara ini beragam budaya yang ada, kelihatannya sudah tidak banyak yang Mengerti/ atau memang ada upaya untuk mentabukan mengerti Budaya Lokal. Bila tataran mengerti saja sudah di abaikan bagaimana kita bisa masuk pada Kesadaran apa lagi tataran Penyerahan. Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang mau mengerti akar budaya lokalnya.
Disinilah kita diajak untuk mengerti persoalan hilangnya budaya lokal, Seharusnya  dimana tempat kita berpijak disitu Langit di junjung.  Kita sebagai pemilik tidak pernah ikut Handerbeni (memiliki), maka jangan disalahkan bila budaya kita dipakai oleh Bangsa lahn.        
Di Nusantara ini tanggung jawab budaya terletak pada mereka yang masih mau mengakui sebagai Anak Republik, kaitannya pun cukup Komplek. Saat ini sudah luntur pondasi yang diletakan oleh Nenek Moyang kita.                                                                                                                  
Kita adalah masyarakat Agraris , Kita adalah Bangsa Maritim. Masihkah ini ada pada dada kita masing-masing ? mari kita renungkan bersama.
Kaitanya dengan media baik itu ; Elektronik, Cetak dll.
       Bagaimana Senetron kita saat ini, berita dimedia cetak pun tidak banyak yang mengekspos tentang keluhuran Nilai Budaya itu sendiri.
        Pengusaha : tidak banyak berimbang antara kebutuhan Komersial & menjaga nilai-nilai Luhur budaya lokal.
       Nenek Moyang kita sangat memperhatikan , menjaga & melestarikan budaya ini.    Contoh soal : Air;   AIR merupakan unsur Hidup dari semua yang tercipta, sehingga para PINISUPUH selalu mengkeramatkan Sumber –sumber mata air dengan memberikan dokma-dokma agar kita tidak melakukan hal-hal yang merusak ekosistim itu. Air diambil ditaruh Gentong yang terbuat dari Tanah Liat maka terjadilah unsur kehidupan untuk membentuk Filter agar air menjadi bersih dari pulutan-pulatan unsur air yang ada. Setelah itu diambil ditaruh Kendi serta di taruh diluar rumah mulai jam 07 pagi  s/d 07 pagi berikutnya agar memperoleh Ultra Fiolet & Energi embun malam hari. Demikian juga minumnya langsung dijatuhkan ke Mulut untuk membuat Oksigen. (tidak dituang dalam gelas)
       Karena keluguan mereka, tidak bisa menjabarkan Filosofi/ makna dibalik pola kehidupan dari cara keseharian memanfatkan Air tersebut. Bangsa yang lain lah yang memanfaatkan kelemahan keluguan dari Nusantara ini. Contoh yang dekat : di Lawang ada mata air Polaman, pada tahun 1965. sy diajak berkemah di daerah tersebut. Ternyata di air yang murni belum terkontaminasi dengan pulutan, terdapat ikan-ikan yang bening(kaca) kelihatan tulangnya. Disini sy juga melihat kecanggihan bangsa lain. Di sebelah Timur dari mata air tersebut terdapat Kolam Renang yang letaknya berada di tengah-tengah sawah dengan jalan setapak. Bergeser ketimur lagi ada Jl. Sumeberwaras, (air kesembuhan) di sini terdapat kolam renang yang pada akhirnya dilirik oleh Bangsa lain & diproduksi menjadi Air Infus. (Otsuka)
       Untuk lebih mengerti tentang Air bisa kita bahas lain kali, kaitanya dengan taradisi Lokal :
       Serat sekali Filosofi-filosofi Pendidikan , Etika, Moral. Maka Bangsa Nusantara ini di kenal dengan Bangsa yang Ramah murah senyum, halus (andap asor) di Era sekarang masih adakah Karakter Bluding ini pada Anak Bangsa ?
        Saya kira diantara kita sdh banyak yang tidak tahu tentang sentuhan/ melihat Seni Tardisional yang ada di wilayah kita masing-masing dengan keaneka ragamannya. : Ketoprak, Ludruk, Topeng Dalang, Jaranan, Mocopatan, Wayang Kulit Malangan, Tayub dll. Yang berbentuk seni pertunjukan, belum yang lain Seni Kerajinan Tradisional dll.
        Semua ini sangat diminati oleh Bangsa lain….      
        Disinilah saya mengajak semua saudara saya yang ada disini untuk merasa ikut memiliki (disini difinisi Mengerti ditrapkan), serta bagaimana usaha kita bersama untuk melestarikan (Kesadaran) & pada akhirnya menjadi Tuan rumah di rumah sendiri.                                 
        Melihat fenomena saat ini kita bagian dari Budaya ini bukan pemilik Tanah & Rumah Nusantara ini. Banyak yang sudah mengetrapkan budaya-budaya bangsa lain di Negri ini maka terjadilah Pembunuhan Karakter pada Budaya Lokal.
        Pada sesi yang lain kami akan mecoba memperagakan beberapa contoh soal yang saat ini mulai hilang : Permainan Nyai-nyai Putut, Sandingan Cok Bakal, Energi Bulan Purnama dll, yang tidak bisa di jabarkan oleh teman-teman kami dari Tradisi secara Ilmiah.
        Ini menjadi tugas kita bersama untuk masuk pada pembuktian apakah pada jaman Teknologi yang canggih ini unsur-unsur(formula) Tradisi masih relefan? Salah satu hasil dari Seni Tradisi adalah membahagiakan Jiwa.  [Malang, 8 Des 2009, Yongki Irawan, Cp: 0818384071]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar